Kamis, 07 Juli 2011

SEJARAH dan SILSILAH TOGA TURNIP

Salah satu keturunan dari Ompu Raja Tamba Tua Ompu boru Malau Pase bernama Toga Turnip. Toga Turnip juga mempunyai abang yaitu Tamba Sitonggor dan Siallagan. Selain itu, Siallagan, Turnip, Simarmata (Pinompar ni Saragi Tua) mempunyai padan (janji yang spesial) lebih dari sekedar sama sama parna, yaitu si sada anak si sada boru, artinya keturunan simarmata keturunan turnip juga, keturunan turnip keturunan simarmata juga, keturunan turnip keturunan siallagan juga, dan seterusnya, namun bukan berarti Simarmata keturunan dari Tamba Tua, padan inilah yang menyebabkan banyak orang mengira Simarmata bagian dari Tamba Tua. Sebelum marga turnip terbentuk janji itu telah di ikat oleh ketiga oppung kita itu (turnip raja, simata raja, siallaga raja). Mereka mengikat janji ini karena mereka telah saling menolong sejak masi muda. Terutama ketika Siallagan dan Turnip diserang oleh musuh yang berasal dari kerajaan Simalungun, ketika itu Simata Raja yang sedang singgah di huta Siallagan dan Turnip turut membantu kedua hahanya untuk mengalahkan musuh.
Marga Turnip adalah salah satu dari ratusan marga Batak yang nenek moyangnya berasal dari Pulau Samosir. Marga Turnip juga merupakan bagian dari kelompok marga yang tergabung dalam Pomparan ni Raja Nai Ambaton (PARNA). Hingga saat ini keseluruhan jumlah marga PARNA adalah kurang lebih sebanyak 60 lebih marga (Sumber: www.batakonline.com).
Nenek moyang marga Turnip adalah Guru Sojouon atau dikenal dengan panggilan Guru Sawan yang awalnya mendiami daerah pesisir Pulau Samosir tepatnya Simanindo. Guru Sawan memiliki dua keturunan yakni Oppu Toga Turnip dan Oppu Jamanindo.
Informasi mengenai keturunan anak pertama, hingga saat ini belum diperoleh. Sementara ini hanya keturunan dari Oppu Jamanindo yang dapat diuraikan.
Oppu Jamanindo mempunyai lima keturunan yaitu (1) Oppu Marhilap, (2) Oppu Mualnihuta, (3) Ompu Sotardugur, (4) Oppu Mamatik dan (5) Oppu Pagoraja. Keturunan Oppu Marhilap tetap mendiami Simanindo dan sekitarnya, keturunan Oppu Sotardugur mendiami Huta Rautbosi. Sementara Oppu Mualnihuta mendiami Huta Ginjang dan Ompu Mamatik bersama Ompu Pagoraja mendiami Huta Lintong. Dari keturunan Op. Sotardugur memiliki 3 orang anak, anak pertama tetap mendiami Huta Rautbosi, anak kedua Op. Lean-leang Mangebas merantau ke Janji Maria sedangkan anak siampudan Op. Saragitua Sodiraja merantau ke Haranggaol Siboro
Dari tempat-tempat inilah Marga Turnip (keturunan Guru Sawan) merantau dari Pulau Samosir. Sebagian besar ada yang merantau ke Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang, Kotamadya Medan, Kabupaten Labuhan Batu,Kabupaten Asahan, bahkan ada yang keluar dari Propinsi Sumatera Utara. Saat ini Marga Turnip menyebar dan berinteraksi baik dengan marga batak lainnya maupun dengan suku-suku lainnya.
Siallagan, Turnip, dan Simarmata, Tiga marga ini merupakan keturunan dari parna (Pomparan Raja Naiambaton) yang pada awalnya lahir di pulau samosir tepatnya di pesisir danau toba sekitar siallagan, simanindo dan simarmata, (SUMUT, Indonesia). Tiga marga ini memupunya kesatuan yang sangat erat (tidak hanya karena keturunan parna) yang kemudian membuat sebuah ikatan persaudaraan yang di sebut padan. Lahirnya padan tersebut juga di dasarkan beberapa cerita. istri ketiga marga tersebut merupakan kakak beradik yaitu boru limbong.


Tugu Turnip
  
Adapun Silsilah dari Op. Toga Datu Turnip adalah keturunan Raja Nai Ambataon/Tuan Sorba Dijulu dari Ompu Raja Tamba Tua Ompu boru Malau Pase ialah :

I.                   Simbolon Tua
II.                Tamba Tua
a.       Sitonggor
                                                              i.      Marrea Raja
1.      Batu Mandiri (Tamba)
2.      Siallaga Raja (Siallagan)
3.      Rea Raja (Op. Toga Datu Turnip)
a.      Turnip Raja
b.      Turnip Tua
4.      Lumban Pea (Tamba)
                                                            ii.      Pande Raja
                                                          iii.      Manggohi Raja
                                                          iv.      SiMata Raja
b.      Lumban Tonga-tonga
c.       Lumban Toruan

III.             Saragi Tua
IV.             Munte Tua
V.                Nahampun Tua

·         Hubungan Sidauruk-Turnip-Sitio – Raja Sitolu Tali

Turnip memiliki hubungan padan dengan Sidauruk dan Sitio, Menurut Sidauruk mereka adalah saudara kandung keturunan dari Ompu Situngko Nabolon, namun diketahui informasi ini masih sangat kurang. Tiga marga ini pun membentuk punguan di beberapa daerah, punguan Sitolu Tali, namun diketahui punguan ini lambat laun perlahan-lahan telah bubar. Bila dikaitkan dengan dengan sejarah dan tarombo ni Tamba Tua ketiga marga ini masuk ke dalam bagian dari Tamba Tua, namun dalam Tarombo ni Tamba Tua urutannya ialah Turnip-Sitio-Sidauruk, bila dikaitkan dengan cerita Aek Situngko dan padan Sitolu Tali ini dimana posisi Sidauruk ialah sulung dari Turnip dan Sitio. Mengenai padan ini dapat kita perjelas sambil ziarah ke juru kunci aek Situkko di Pea Jolo. Urutan aeknya menggambarkan urutan status siakkangan yakni aek Si Tukko Ihur-ihur untuk marga Sitio paling bawah (sepertinya telah kering), aek Si Tukko Tonga-tonga untuk Turnip (juga telah kering), dan paling atas aek Si Tukko Bona-bona untuk Sidauruk (masih mengalir hingga sekarang).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar